AKPER PPNI Kendari Buka Gelombang Kedua Prodi D III Keperawatan

Akademi Keperawatan (AKPER) PPNI Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terletak di Jalan Jenderal AH Nasution Nomor G-89 kembali membuka penerimaan pendaftaran mahasiswa baru (Maba) gelombang kedua tahun akademik 2018/2019 yang dimulai dari tanggal 4 Juni hingga 18 Agustus 2018.

AKPER PPNI Kendari merupakan satu dari sekian perguruan tinggi swasta di Indonesia yang berupa akademi, dikelola oleh Dikti dan tercatat ke dalam Kopertis Wilayah IX Sulawesi. Perguruan Tinggi ini telah berdiri tanggal 29 Januari 2007 dengan Nomor SK PT 18DO2007 dan tanggal SK PT 29 Januari 2007.

Waode Syahrani Hajri, S. Kep, Ns., M. Kep selaku Ketua Panitia Penerimaan Pendaftaran Mahaiswa Baru (maba) mengungkapkan, AKPER PPNI Kendari hanya membuka satu Program Studi (Studi) yaitu D III Keperawatan.

“Kuota Maba Prodi D III Keperawatan akan dibatasi disesuaikan dengan rasio jumlah dosen yang ada serta melalui beberapa tahapan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).

Lebih lanjut Syahrani Hajri menjelaskan, jumlah dosen tetap AKPER PPNI Kendari berjumlah enam orang, sehingga jumlah maba yang akan diterima satu hingga dua kelas dengan jumlah maksimal 60 orang.

Syarat pendaftaran yaitu melampirkan foto copy ijazah/SKHU yang dilegalisir, pas foto 4×6 warna latar merah sebanyak 5 lembar dan 3×4 sebanyak 3 lembar, tinggi badan laki-laki minimal 155 cm dan perempuan 150 Cm, sehat fisik, tidak buta warna, sebagai syarat utama seleksi kelulusan, lanjutnya.

“Ada tiga tahapan seleksi masuk perguruan tinggi yaitu, seleksi hasil ujian tes tertulis, tes kesehatan dan terakhir tes wawancara,” jelas Syahrani Hajri.

Ia menyampaikan, AKPER PPNI Kendari mendapat jatah beasiswa dari Kemenristek Dikti melalui Kopertis Wilayah IX Sulawesi, khusus untuk mahasiswa berprestasi dan mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi tetapi mampu secara akademik.

“Beasiswa yang akan disalurkan adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) untuk mahasiswa berprestasi dan beasiswa BIDIKMISI untuk mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi,” pungkas Syahrani Hajri. (*LAN)

 

Sumber : https://www.wartasultra.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *